ARTI DAN MAKNA SALAF, SALAFI, SALAFY DAN SALAFIYYAH (2)

Diposting pada 78 views

Salafiyyun juga dikenal dengan sejumlah nama, semuanya kembali kepada satu manhaj.

 

  1. Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Dinamakan Ahlus Sunnah karena mereka mengamalkan sunnah dan teguh menetapi sunnah. Disebut ahlul jamaah karena mereka bersatu, tidak berpecah belah. Manhaj mereka satu, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Mereka bersatu di atas al-haq dan pada satu pemimpin. Demikian uraian asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah. (al-Ajwibah al-Mufidah, hlm. 127)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan definisi Ahlus Sunnah, “Mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan kitabullah, sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan apa yang disepakati oleh generasi pertama (umat ini) dari kalangan Muhajirin dan Anshar; serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.” (Majmu’ Fatawa 3/375)

  1. Al-Firqah an-Najiyah (golongan yang selamat).

Nama ini diambil dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala memberitakan perpecahan yang terjadi pada umatnya. Beliau menyebutkan bahwa yang selamat hanya satu. Maka dari itu, golongan ini dikenal dengan sebutan al-Firqah an-Najiyah (kelompok yang selamat). Najiyah (selamat) maknanya selamat di dunia dari beragam bid’ah dan selamat di akhirat dari api neraka. Demikian penjelasan asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah dalam Syarah ‘Aqidah al-Wasithiyah (hlm. 31 cet. Maktabah Thabariyah).

Dalam beberapa riwayat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan kriteria al-Firqah an- Najiyah, di antaranya:

  1. Al-Jamaah, dari hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhuma riwayat Abu Dawud dll. Lihat Silsilah Shahihah 204.
  2. Apa-apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya berada di atasnya. Ini diambil dari hadits Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma riwayat at-Tirmidzi (no. 2650) dll. Lihat Shahihul Jami’ 5343.
  3. As-Sawad al-A’zham (jumlah mayoritas pada masa nabi). Ini diambil dari hadits Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dll, riwayat al-Ajurri dalam asy- Syariah 29. Lihat Silsilah Shahihah pada penjelasan hadits no. 204.
Baca juga :  ARTI DAN MAKNA SALAF, SALAFI, SALAFY DAN SALAFIYYAH (1)

Semua lafadz di atas maknanya satu, demikian penjelasan al-Imam al-Ajurri rahimahullah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan, “Apabila sifat al-Firqah an-Najiyah adalah mengikuti para sahabat di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan itu adalah syiar Ahlus Sunnah, berarti al-Firqah an-Najiyah adalah Ahlus Sunnah.” (Minhajus Sunnah 3/457)

Dalam Majmu’ Fatawa (3/345) beliau mengatakan, “Oleh sebab itu, (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) menyebut al-Firqah an-Najiyah sebagai Ahlus Sunnah wal Jamaah dan merekalah al-Jumhur al-Akbar dan as-Sawadul A’zham.”

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah pernah ditanya tentang al-firqah an-najiyah, dan beliau menjawab, “Mereka adalah salafiyun dan setiap orang yang berjalan di atas metode salafus shalih, yakni Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.” (al-Firqah an-Najiyah, Muhammad Jamil Zainu)

 

  1. Ath-Thaifah al-Manshurah (kelompok yang ditolong).

Nama ini juga diambil dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّىتَقُومَ السَّاعَةُ.

“Akan senantiasa ada suatu kelompok dari umatku yang ditolong. Tidak membahayakan mereka orang yang merendahkan mereka, hingga (menjelang) bangkit kiamat.” (HR. Ahmad 4/436, dll., dari Qurrah bin Iyas al-Muzani radhiallahu ‘anhu. Lihat Silsilah Shahihah no. 403)

Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Apabila mereka bukan ahlul hadits, aku tidak tahu siapa mereka?!”

Al-Qadhi Iyadh rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud oleh (al-Imam) Ahmad adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah dan yang meyakini akidah ahli hadits.” (Syarah Muslim lin-Nawawi 13/66—67)

Termasuk pemahaman aneh yang dimunculkan oleh Salman al-Audah—salah satu gembong Sururiyah—adalah membedakan antara al-Firqah an-Najiyah dan ath-Thaifah al-Manshurah, lantas memasukkan sekte-sekte tak dikenal ke dalam barisan al-Firqah an-Najiyah sekaligus menyifati ahlul hadits dengan kriteria-kriteria yang mengeluarkan mereka dari al-Firqah an-Najiyah.

Pemahaman aneh ini—bihamdillah wa ‘inayatih— telah diuraikan penyimpangannya oleh pembawa bendera al-jarh wat ta’dil masa ini, al-‘Allamah asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. Beliau bawakan penjelasan 45 ulama terdahulu hingga sekarang yang menyatakan tidak ada perbedaan antara al-Firqah an-Najiyah dan ath-Thaifah al-Manshurah. Semuanya satu, yaitu ahli hadits, Ahlus Sunnah wal Jamaah, salafiyun. Lihat kitab beliau Ahlul Hadits Hum ath-Thaifah al-Manshurah an-Najiyah Hiwar Ma’a Salman al-Audah.

Fadhilatus Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah pernah ditanya tentang seseorang yang membedakan antara al-Firqah an-Najiyah dan ath-Thaifah al-Manshurah. Beliau menjawab, “Pernyataan ini tidak benar, ath-Thaifah al-Manshurah adalah al-Firqah an-Najiyahwalillahil hamd. Tidak akan ditolong (manshurah) kecuali apabila dia selamat (najiyah). Sebaliknya, tidak mungkin selamat (najiyah) kecuali apabila dia ditolong (manshurah). Kedua sifat ini saling berkaitan untuk sesuatu yang sama. Pembedaan ini bisa jadi dari seorang yang jahil (bodoh) atau dari seorang yang punya tujuan jelek, yaitu membuat para pemuda muslim ragu tentang ath-Thaifah al-Manshurah an-Najiyah.” (Ajwibah Mufidah hlm. 73—74)

Baca juga :  ARTI DAN MAKNA SALAF, SALAFI, SALAFY DAN SALAFIYYAH (1)

Perlu dipahami, pada dasarnya kaum muslimin yang di atas as-Sunnah tidak mempunyai nama dan gelar khusus selain muslimin, mukminin, dan hamba-hamba Allah ‘azza wa jalla. Tanda pengenal mereka hanyalah Islam dan sunnah. Tidak ada atribut lain yang keluar dari kandungan Islam dan sunnah.

Al-Imam Ahmad rahimahullah dalam Musnad-nya (4/130) meriwayatkan sebuah hadits yang panjang dari al-Harits al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu, di dalamnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَادْعُوا الْمُسْلِمِينَ بِأَسْمَائِهِمْ سَمَّاهُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ الْمُسْلِمِينَ الْمُؤْمِنِينَ عِبَادَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Maka panggillah kaum muslimin dengan nama-nama mereka, nama yang Allah ‘azza wa jalla berikan kepada mereka: al-Muslimun, al-Mukminun, hamba-hamba Allah.”

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

“Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (al-Qur’an) ini.” (al-Hajj: 78)

Al-Imam Malik rahimahullah menyatakan, “Ahlus Sunnah tidak memiliki gelar (khusus) yang mereka dikenal dengannya, bukan Jahmiyah, bukan pula Qadariyah atau Rafidhah.” (Tartibul Madarik al-Qadhi ‘Iyadh 172/1)

Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah orang yang berjalan di atas manhaj nubuwah. Sekejap pun mereka tidak pernah terlepas darinya, baik dengan nama maupun simbol tertentu. Mereka tidak memiliki seseorang untuk menisbatkan diri kepadanya selain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang meniti jejak beliau.

Mereka juga tidak mempunyai simbol dan manhaj selain manhaj nubuwah (al-Kitab dan as-Sunnah),” ujar asy-Syaikh Bakr Abu Zaid dalam Hukmul Intima (hlm. 28).

Bahkan, para ulama mengecam siapa saja yang terikat dengan nama-nama selain Islam dan sunnah atau dengan seseorang selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma pernah berkata,

Baca juga :  ARTI DAN MAKNA SALAF, SALAFI, SALAFY DAN SALAFIYYAH (1)

“Mu’awiyah berkata kapadaku, apakah engkau di atas millah (agama) ‘Ali?” Aku jawab, “Tidak, tidak pula di atas millah Utsman. Aku di atas millah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (al-Ibanah al-Kubra, Ibnu Baththah 1/355)

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma juga berkata, “Barang siapa berikrar dengan salah satu nama dari nama-nama yang baru (baca: bid’ah, pen.) ini, sungguh dia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya.” (al-Ibanah as-Shughra hlm. 137, Ibnu Baththah)

Malik bin Mighwal rahimahullah menyatakan, “Apabila ada seseorang yang bernama dengan selain Islam dan sunnah, gabungkanlah ia dengan agama apa pun yang engkau kehendaki.” (al-Ibanah as-Shughra hlm. 137, Ibnu Batthah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *