Contoh Hadits Palsu dan Lemah dalam Kitab Fadhail A’mal Jamaáh Tabligh

Diposting pada 753 views

Kedua: Hadits Lemah, Palsu, Bahkan Tidak Ada Asalnya

Di samping poin pertama yang kami sebutkan, di dalam kitab ini pun banyak sekali termuat hadits yang lemah, palsu, bahkan tidak ada asalnya dalam kitab-kitab sunnah, tanpa ada komentar sedikit pun.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang umatnya meriwayatkan satu ucapan kemudian menisbahkannya kepada beliau tanpa ada penelitian tentang kebenaran riwayat tersebut atau menukilkan pendapat para ulama yang dijadikan sebagai sandaran dalam menghukumi suatu riwayat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ‌

“Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya dalam neraka.” (HR. al-BukhariMuslim dan lainnya, diriwayatkan lebih dari seratus sahabat radhiyallahu ‘anhum)

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang dianggap berdusta dengan mengatakan segala yang didengarnya.” (HR. Muslim dalam “Muqaddimah” Shahih-nya)

Ketika  menyebutkan beberapa hal yang menjadi kritikan atas Jamaah Tabligh, Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah mengatakan,

“Mereka membacakan hadits-hadits yang lemah, palsu, dan tidak ada asalnya. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Hindarilah banyak memberitakan hadits dariku. Barang siapa menisbahkan (sesuatu) kepadaku, hendaklah mengucapkan kebenaran atau kejujuran. Barang siapa mengada-ada sesuatu atasku yang tidak aku ucapkan, hendaklah dia persiapkan tempat duduknya dalam neraka’. (HR. Ahmad dari Abu Qatadah)[8]

 

Berikut ini akan kami sebutkan pula beberapa contoh tentang hal ini.

  1. Disebutkan dalam “Bab Fadhilah Shalat”, hlm. 288, hadits yang berbunyi,

“Shalat akan membuat mulut setan menjadi hitam dan akan mematahkan punggungnya.” (Jami’us Shaghir)

Dalam kitab al-Jami’ush Shagir berbunyi demikian (yang artinya), “Shalat itu menghitamkan wajah setan dan sedekah itu akan mematahkan punggungnya.”

Baca juga :  Bolehkah Ikut Khuruj Bersama Karkun Jamáh Tabligh (JT)?

Hadits ini sangat lemah. Dalam sanadnya terdapat seorang rawi bernama Abdullah bin Muhammad bin Wahb al-Hafizh. Ad-Daraquthni berkata tentangnya, Matruk (ditinggalkan haditsnya).

Di samping itu, ada perawi lain bernama Zafir bin Sulaiman. Adz-Dzahabi berkata tentangnya, “Lemah sekali.”

Hadits ini dihukumi sangat lemah oleh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’ ash-Shagir no. 3560.

 

  1. Disebutkan dalam “Bab Fadhilah adz-Dzikr” hlm. 432, ia berkata, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

 “Berpikir sesaat lebih baik daripada beribadah enam puluh tahun.”

Padahal hadits ini palsu sebagaimana diterangkan oleh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits adh-Dha’ifah (1/173). Adapun riwayat yang sahih dengan lafadz,

لَقِيَامُ رَجُلٍ فِي سَبِيْلِ اللهِ سَاعَةً أَفْضَلُ مِنْ عِبَادَةٍ سِتِّيْنَ سَنَةً

Seseorang berdiri di jalan Allah sesaat lebih afdal dari beribadah selama enam puluh tahun.” Hadits ini dihukumi sahih oleh Al-Albani dalam ash-Shahihah (4/1901).

  1. Demikian pula yang disebutkan dalam “Bab Fadhilah al-Qur`an” (hlm. 644) bahwa barang siapa mengkhatamkan al-Qur`an di siang hari, malaikat akan mendoakannya hingga malam hari; dan barang siapa menamatkannya di awal malam, para malaikat mendoakannya hingga pagi hari.

Padahal hadits ini pun lemah sebagaimana telah diterangkan oleh al-’Allamah al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits adh-Dha’ifah (10/4591).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *