KELOMPOK SURURIYYAH, CIRI-CIRI DAN TOKOH PENDIRINYA

Diposting pada 309 views

APA ITU “SURURIYYAH”?

SIAPA MUHAMMAD SURUR ZAINAL ABIDIN?

Fadhilatu al-‘Allamah al-Mujahid Muhammad Aman bin ‘Ali al-Jami rahimahullah,
“Sururiyyah” adalah nisbah kepada Muhammad Surur Zainal ‘Abidin, penulis kitab “Manhaj Anbiya fi Dakwah ilallah” Kitab yang menipu dengan judulnya, merusak akhlak dan menghancurkan aqidah.
Dia seorang penyeru kepada aqidah Khawarij, merusak para pemuda, mendidik para pemuda dengan ucapan-ucapan yang kotor, kurang sifat malu, mencela, melaknat, dan takfir (memvonis kafir). Inilah dia “Sururiyyah”.
السرورية ” نسبة إلى محمد سرور زين العابدين ، صاحب : ” منهج الأنبياء ” كتاب خداع بعنوانه هدام للأخلاق مهدم للعقيدة داعية إلى عقيدة ” الخوارج ” مفسد للشباب يربي على البذاءة وقلة الحياء والسب واللعن والتكفير ، هذه هي  السرورية

ASAL MULA SURURIYYAH DAN CIRI-CIRINYA

Oleh Al Ustadz Muhammad As Sewed hafizhahullah

Masya Allah pertanyaannya, jawabannya satu kitab. Sudah pernah dibahas dan sering dibahas. Sururiyyah adalah nisbah kepada Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin yang pemikirannya adalah ingin berupaya mendekatkan semua kelompok-kelompok dakwah yang ada disana. Dan ternyata akhirnya berbenturan dengan para ulama. Akhirnya dijadikan para ulama sebagai musuh mereka, ulama kibar. Kemudian ahlul bid’ah hizbiyyin dijadikan sebagai orang-orang yang didekatkan.

Baca juga :  Diantara Kemiripan Kelompok Hizbiyin Ikhwani, Haddadi, Sururi, Halabi, Hajuri, dan Musho'fiqun

Kemudian diangkat fiqhul waqi’ untuk menjatuhkan ulama. Ulama itu tidak ngerti fiqhul waqi’, itu hampir semua sama dari dulu sampai sekarang. Dari Ikhwanul Muslimin, Abdurrahman Abdul Khaliq, sampai kepada sururiyah. Semuanya menyatakan kalimat yang sama, hanya saja istilahnya berbeda. Ikhwanul Muslimin dengan tsaqafah islamiyah, wawasan kesilaman atau wawasan islam. Sedangkan Abdurrahman Abdul Khaliq dengan sifatul ashr.

“Ulama harus memiliki sifatul ashr! Jangan sampai seperti mereka yang sekarang ada ini, barisan para mumi. Badannya hidup hari ini, tapi pikirannya pikiran jaman dulu”

Katanya, karena tidak tahu sifatul ashr. Lihat! Untuk menjatuhkan para ulama. Ternyata sururiyin mengucapkan kalimat yang sama dengan fiqhul waqi’. Pentingnya fiqhul waqi’, harusnya ada fiqhul waqi’, ditulis buku-buku fiqhul waqi’. Apakah tulisan ausini, atau washoyan, atau zaid bin zaid dan sejenisnya. Buku-buku sandwich-an, buku-buku kecil-kecil seharga sandwich, fiqhul waqi’, fiqhul waqi’, fiqhul waqi’, fiqhul waqi’…

Baca juga :  MACAM-MACAM SALAFI: Benarkah Tuduhan Bahwa Salafy itu Mutasyaddid, Keras dan Ekstrim?

Akhirnya salafiyyin menjadi musuh mereka. Kenapa? Karena salafiyyin memiliki prinsip tahqiq, sedangkan mereka menginginkan untuk menggabungkan semua kelompok. Mendekatkan beberapa kelompok yang dianggap oleh mereka dekat. Akhirnya bertentangan terus sepanjang masa antara salafiyyin dengan sururiyin.

Sumber : http://walis-net.blogspot.com/2015/05/pengertian-sururi-dan-ciri-cirinya.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *