MACAM-MACAM SALAFI: Benarkah Tuduhan Bahwa Salafy itu Mutasyaddid, Keras dan Ekstrim?

Diposting pada 409 views

Bagaimana mungkin mauqif kita bisa sama dengan Jahmiyyah ? dan bagaimana mungkin mauqif kita sama dengan Syi’ah Rafidhah ? Bagaimana mungkin pula mauqif kita berada di belakangnya mereka ?

Banyak dari kalangan orang-orang yang sedang tumbuh semangat dalam mempelajari Manhaj Salafy, kemudian mereka terpengaruh dengan berbagai gelombang fitnah, sehingga mengakibatkan mereka berjatuhan. Bahkan mereka justru memusuhi  Da’i – Da’i Al Haq dan As Sunnah, dengan tuduhan sebagai orang-orang yang ‘keras’.

Termasuk Saya (As Syaikh Rabi’) adalah salah satu orang yang tertuduh paling keras. Padahal saya dahulu sudah menyusun karya tulis sejak zamannya Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Al Albani, Syaikh Al Utsaimin. Pada waktu itu Saya sudah memberikan perlawanan terhadap Ikhwanul Muslimin, Jama’ah Tabligh, dan seluruh kelompok-kelompok bid’ah.

Para Ulama  memberikan sambutan baik terhadap kitab-kitab karya tulis ini. Para Ulama memberikan dukungan kepada Rabi’. Tidak ada seorang pun diantara mereka yang memberikan bantahan, dan tidak ada seorang pun yang mengkritisi  isi karya tulis tersebut.
Bahkan Syaikh Al Albani Beliau mengatakan suatu ungkapan yang memuji  Rabi’ dengan kebaikan : “Beliau (As Syaikh Rabi’) adalah pengusung bendera Al Jarh dan At Ta’dil di zaman ini”. Bagaimana pendapat kalian ?. Kemudian setelah itu Beliau (Al Albani) mengatakan : ” Pada dirinya (Syaikh Rabi’) terdapat sedikit ‘Syiddah’ (sifat keras)”. Dengan adanya perkataan ini maka bergembiralah orang-orang lembek tak berprinsip  dan berbangga dengannya.

Saya menghubungi Beliau (As Syaikh Al Albani), saya katakan: “Wahai Syaikh mengapa engkau menyebut saya bersifat ‘keras’ ? Beliau menjawab :”Demikianlah pandangan saya”. Saya katakan kepada Beliau :”Wahai Syaikh, yang demikian ini akan membahayakan Dakwah Salafiyyah dan bermudharat padaku”. Maka beberapa hari setelahnya Beliau “Meminta Maaf”  atas ucapannya waktu itu, dan saya mengirimkan kepada Beliau Kitab “العواصم مما في كتب سيد قطب من القواصم”, dan Kitab itu merupakan karya tulisku yang paling keras. Beliau kemudian membacanya dan mendukungnya dikarenakan didalamnya adalah Al Haq, bahkan beliau mengatakan :”Hendaknya engkau tambah lagi Wahai Syaikh Rabi’, atau kalimat yang semisal dengan itu Rahimahullahu Ta’ala.

Adapun Syaikh Ibnu Baz Rahimahullah, beliau dahulu mengatakan :” Sampaikanlah bantahan-bantahanmu terhadap Ahlul Bid’ah dengan Al Hikmah dan Al Mauidzah Al Hasanah. Belum pernah beliau (Syaikh Ibnu Baz) sama sekali menyampaikan bantahan terhadapku. Demi Allah, bahkan beliau pernah menulis satu risalah yang dikirimkan kepadaku, beliau mengatakan : ”Telah datang kepadaku suatu berita bahwa engkau (Syaikh Rabi’) telah menyampaikan bantahan-bantahan terhadap Al Maududi Rahimahullah, saya sangat mengharapakan agar engkau mengirimkan kepadaku satu naskah tentang bantahan tersebut, dan janganlah ditolak permohonan ini”.

Baca juga :  KELOMPOK SURURIYYAH, CIRI-CIRI DAN TOKOH PENDIRINYA

Dahulu As Syaikh At Tuwaijiry Memberikan berbagai bentuk bantahan – bantahan dengan tegas terhadap Ahlul Bid’ah, dan Syaikh Ibnu Baz memberikan dukungan serta pujian atas kitab-kitab beliau. Tidak pernah beliau mengkritik sama sekali terhadap kitab-kitab tersebut.

Bahkan beliau pernah mengkritik Syaikh Al Albani –Barakallahu fiikum-, dan Syaikh Ibnu Baz tidak menegurnya untuk diam, Syaikh Ibnu Baz tidak mengatakan kepadanya (At Tuwaijiry) :”Diamlah kamu”. Beliau tidak mengatakan :”Kamu orang yang terlalu keras”-Barakallahu fiikum-.
Syaikh Al Fauzan beliau membantah Ahlul Bid’ah di masa hidupnya Syaikh Ibnu Baz. Beliau (Syaikh Ibnu Baz) tidak mengatakan kepada Syaikh Al Fauzan :”Diamlah kamu”-Barakallahu fiikum-, bahkan justru mendukungnya.
Sudah berapa banyak kitab kami yang disanjung oleh Syaikh, Syaikh At Tuwaijiry juga memujinya. Beliau juga memuji manhajku. Demikian pula seluruh Masyayikh, mereka menyanjung Manhaj ini. Perkara yang sesungguhnya kami lemah padanya. Tidaklah kita berada sejajar dengan mereka, bahkan kami amat lemah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *