MACAM-MACAM SALAFI: Benarkah Tuduhan Bahwa Salafy itu Mutasyaddid, Keras dan Ekstrim?

Diposting pada 409 views

Namun demikian, justru kita tertuduh Mutasyaddidun (Orang-orang keras) –Barakallahu fiikum-, lalu mereka berdalih bahwa Ibnu Baz yang telah mengatakannya.

Demi Allah, Syaikh Ibnu Baz dahulu memerangi Ahlul Bid’ah, dan mendukung siapa saja yang memerangi Ahlul Bid’ah, serta memuji orang-orang yang memerangi Ahlul Bid’ah.-Barakallahu Fiikum-.

Tunjukkanlah padaku satu bukti yang memperlihatkan bahwa Syaikh Ibnu Baz memerintahkan untuk ‘diam’ salah satu dari Ulama yang membantah ahlul bid’ah. Apakah beliau memerintahkah Syaikh Al Fauzan untuk diam ? Apakah beliau memerintahkan Syaikh At Tuwaijiry untuk diam ? Apakah beliau memerintahkan Rabi’ untuk diam? Apakah beliau memerintahkan Al Albani untuk diam? Tidak ada seorang Ulama pun yang melakukannya.

Para Ulama mereka seluruhnya selalu mendukung dan membantu siapa saja yang menyuarakan kalimat Al Haq dan membantah Ahlul Bathil. Mereka datang bertanya kepada Syaikh Al Utsaimin :” Ini Syaikh Rabi’ dia mengatakan demikian dan demikian karena demikian”. Maka kemudian Syaikh menjelaskan keadaan yang mereka isyaratkan, kemudian Beliau membelaku berulang-ulang dan berkali-kali.
Adapun setelah kepergian Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Al Utsaimin dan Syaikh Al Albani. Mereka melemparkan tuduhan bahwa kita adalah Mutasyaddidun (orang-orang yang keras). Demi Allah, mereka telah berdusta. Demi Allah mereka berusaha menggunakan kesempatan setelah kepergian Para Ulama, dan menurut mereka ini adalah kesempatan. Kemudian mereka berusaha menyerobot Manhaj Salafy dan Salafiyyun, merobek-robek dan memecah belah Salafiyyun dengan berbagai kaedah, landasan dan manhaj, yang itu merupakan seburuk-buruk kaedah dan manhaj yang palsu.

Mereka juga telah mencerai beraikan generasi Salafiyyin di seluruh dunia dengan mendoktrin mereka bahwa “Jama’ah ini adalah Jama’ah yang keras”. Bagaimana ?

Apakah kemudian Para Ulama tidak mengingkarinya ? Bagaimana mungkin, sedangkan telah jelas kita mengikrarkan sebagai orang yang bermanhaj Salaf dan sangat keras permusuhannya terhadap Ahlul bid’ah. Ataukah kita mau merendahkan dan mengendorkan dakwah salaf, kemudian kita mau mengikuti jejak ahlul bid’ah ? Ataukah mungkin kita katakan, bahwa kami ini adalah Salafiyyun tetapi kenyataannya kita menempuh jalannya Ahlul bid’ah yang membinasakan ?

Baca juga :  KELOMPOK SURURIYYAH, CIRI-CIRI DAN TOKOH PENDIRINYA

Maka berdakwahlah engkau di jalan Allah dengan Hujjah (Argumentasi yang berdasar) dan Burhan (Penjelasan yang berdasar). Mungkin di hadapanmu ada seorang Mubtadi’, Syiah Rafidhah, Shufi, penyembah kubur, maka dengan alasan apapun tetaplah engkau berdakwah dengan Hikmah dan Mauizhah Hasanah, berdakwahlah dengan Hujjah dan Burhan (dengan baik dan lemah lembut,pent).

Akan tetapi apabila engkau menulis buku tentang aqidahnya Syiah Rafidhah, maka sebutkanlah pada mereka terdapat kedustaan, kejahatannya serta sikap ekstrimnya mereka (ghuluw), dan jangan engkau tampakkan perkara-perkara ini (Sikap lembut kita pada mereka). Demikian pula terhadap Shufiyyah, sebutkanlah pada mereka terdapat kedustaan, kejahatan, serta ekstrimitas mereka (menyebutkan keburukannya), dan jangan engkau tampakkan perkara-perkara ini (sikap lembut kita pada mereka).
Apabila engkau sebutkan kedustaan mereka, pengkhianatan, dan kejahatannya, maka mereka akan katakan :”Ini terlalu keras”. Padahal orang-orang Shufi (pengikut sufiyah), ikhwani (pengikut ikhwanul muslimin), hizbi (pengikut sempalan lain), Tahriri (pengikut hizbut tahrir), mereka memiliki kepalsuan, kedustaan, penghianatan, dan kepentingan terselubung.

Ini semua telah Allah jelaskan…(rekaman terputus),…Si Fulan pendusta, si fulan demikian dan si fulan demikian. Demikianlah Barakallahu fiikum, oleh karenanya Terangkanlah.

Ini terdapat Kitab-kitab Jarh Wat Ta’dil, ini terdapat pula Kitab-kitab Aqidah yang tidak mungkin kita akan bisa sejajar dengan mereka (Ulama penulisnya). Para Ulama itu telah mencapai kedudukan tinggi dalam Jihad melawan Ahlul Bid’ah dan Ahlus Syirik, dan Demi Allah kita sekarang sudah tidak mungkin lagi bisa mencapai seperti yang mereka lakukan, apa sebabnya ?

Sebabnya dikarenakan Para Ulama telah memperjuangkan orang-orang yang sedang tumbuh semangat dalam manhaj Salafy, dengan cara menjauhkan dari orang-orang yang menyerang Manhaj yang tegak ini, ataupun menjauhkan dari orang-orang yang mensifatkan Manhaj ini sebagai manhaj yang ‘keras’.

Baca juga :  Bolehkah Ikut Khuruj Bersama Karkun Jamáh Tabligh (JT)?

Maka kita memohon kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala agar menyatukan hati-hati kita. Dan saya nasehatkan  kepada generasi muda, sebagaimana saya memiliki puluhan nasehat bahkan ratusan nasehat yang saya tujukan kepada generasi muda Salafiyyin. Agar mereka saling mencintai sesama mereka dan saling menyambung hubungan persaudaraan. Semoga pula mereka berperilaku dengan Akhlaq yang mulia dalam muamalahnya Barakallahu fiikum. Juga mereka berperilaku yang mencerminkan kesabaran, akal sehat, dan hikmah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *