MACAM-MACAM SALAFI: Benarkah Tuduhan Bahwa Salafy itu Mutasyaddid, Keras dan Ekstrim?

Diposting pada 409 views

Sampai sekarang ini mereka menganggap bahwa mereka adalah Salafiyyin sedangkan kita adalah Mutasyaddidun (orang-orang ekstrim).

Mereka mengerjakan semua perbuatan ini yang tidak mungkin dilakukan kecuali hanya Ahlul Bidah saja yang mengerjakan berbagai kaedah palsu ini. Demi Allah tidaklah ini dilakukan oleh Ahlul Bid’ah yang merasa dirinya juga sebagai Salafiyyun, tapi justru kita tertuduh Mutasyaddidun.

Lihatlah hukum-hukum dan kesimpulan-kesimpulan yang sangat berbahaya ini. Barakallahu fiikum, berhati-hatilah kalian, dan berjalanlah di jalannya Manhaj Salaf. Barangsiapa yang mengatakan perkataan yang bathil maka jelaskanlah kebathilannya, dan barangsiapa yang mengatakan Al Haq maka wajib kalian membantunya. “Hendaknya kalian saling tolong-menolong dalam kebaikan dan janganlah kalian saling tolong menolong diatas dosa dan permusuhan”.

Salafus shalih dahulu selalu saling tolong menolong sampai tiba masanya Ibnu Baz, ibnu Utsaimin dan para ulama selain mereka, para ulama itu selalu membela Al Haq. Akan tetapi setelah kepergian mereka, para Ulama ditimpa cobaan –Barakallahu fiikum-.

Setiap kali mereka bangkit mengangkat kepalanya dalam rangka membela Al Haq, datanglah Ahlul Bathil menghancurkannya. Setiap kali mereka bangkit mengangkat kepala dalam rangka membela Al Haq, datanglah Ahlul Bathil melecehkannya.

Justru mereka mendukung orang-orang yang tergelincir dan menyimpang, bahkan mereka menyebutnya sebagai Salafiyyin, adapun kita ini mereka pandang sebagai orang-orang yang ekstrim. Abul Hasan Al Ma’ribi menuduh kita sebagai orang-orang yang Ghuluw (ekstrim), apa sebabnya ? hal itu dikarenakan sebab kita telah mengkritisi Sayyid Quthub, mengkritisi kelompok Ikhwanul Muslimin, mengkritisi Jamaah Tabligh, dan kita mengkritisi semua Ahlul Bid’ah.

Kemudian mereka menyebut kita sebagai Orang-orang Ekstrimis. Demi Allah dia menganggap orang-orang komunis, sosialis, liberalis sebagai muslimin, disisi yang lain dia menganggap Jama’ah Tabligh, Ikhwanul Muslimin sampai saat ini sebagai Ahlus Sunnah. Padahal dia telah mengetahui bahwa Ulama As Sunnah, diantara  Tokoh Ulama As Sunnah tersebut adalah Ibnu Baz dan Al Albany, mereka telah memperlakukan dan menganggap bahwa dua firqah sesat ini yaitu Ikhwanul Muslimin dan Jama’ah Tabligh bukanlah termasuk Ahlus Sunnah. Bahkan mereka termasuk Ahlul Bid’ah, dan mereka termasuk diantara Firqah yang pasti binasa.
Akan tetapi dia sampai sekarang masih menentang bimbingan Para Ulama sampai hari ini. Meskipun para Ulama tersebut ada di tengah-tengahnya Tokoh besar seperti Ibnu Baz dan Al Albany,-Barakallahu Fiikum- tetap saja dia menghukumi sebagai Ahlus Sunnah.

Baca juga :  Bersungguh-Sungguh Dalam Tabayyun dan Tatsabbut (Cek dan Ricek)

Dia juga telah menghukumi bahwa seluruh suku bangsa Islam yang ada, dia katakan bahwa mereka semuanya adalah Salafiyyun. Sehingga Jamaah Tabligh dan Ikhwanul Muslimin adalah Ahlus Sunnah menurut sangkaannya. Adapun Ahlus Sunnahnya Si Rabi’, Demi Allah mereka adalah golongan ekstrimis, sangat ekstrim, dan hobi melakukan ini dan itu (Perkataan Abul Hasan).

Sayangnya, ketika yang mengunjunginya adalah Syiah Rafidhah –Masya Allah- dia tampakkan adab budi pekerti yang baik. Demikian pula ketika bersama Ahlul Bid’ah yang lainnya, seperti Ikhwanul Muslimin seperti itulah kenyataannya. Dan sampai sekarang dia menganggap dialah seorang Salafy, sedangkan kita adalah golongan ekstrimis.

Hendaknya kalian pahami tipu daya ini, persekongkolan, dan semua tipu muslihat. Apakah kalian tahu, berapa lama aku bersabar (dalam menasehatinya)? Saya sangat bersabar untuk bisa menasehatinya sampai kurun waktu tujuh (7) tahun atau bahkan lebih dari itu. Kemudian, apakah kalian tahu apa yang terjadi ? diskusi yang terjadi antara saya dan dirinya, hingga kemudian dia menimpakan gangguan dan menyatakan permusuhan terhadap Ulama Yaman dan berlepas diri dari mereka beserta Salafiyyin. Sebagian Salafiyyin mengingatkan kepadanya “Seharusnya kamu rujuk”, justru ia menjawab “tidak sama sekali”.

Demi Allah wahai Ikhwan sekalian, barangsiapa yang ada pada dirinya kejujuran dalam bertindak pasti akan dihormati. Dan seorang Salafy yang jujur tindakannya, pasti akan dimuliakan. Sudahlah wahai Ikhwan sekalian, kalau kalian mengaku sebagai Salafiyyin, maka hendaknya kalian mempelajari Manhaj Salaf dari sumber aslinya. Kemudian gigitlah manhaj itu dengan gigi geraham kalian, janganlah sekali-kali kalian gentar dalam menghadapi celaan orang-orang yang mencela itu semua karena Allah semata.
Seandainya Ayahmu, saudaramu, ataukah orang yang paling dekat hubungan denganmu ternyata menyimpang, jelaskanlah kepadanya kenyataan yang ia yakini kebenarannya, ini sebagai nasehat hanya karena Allah semata.

Baca juga :  Mengenal Jamaáh Tabligh (JT), Jaulah dan Khuruj Karkun

Sesungguhnya agama ini merupakan nasehat. Nasehat bagi Allah, bagi Kitab-Nya, bagi Rasul-Nya dan bagi seluruh pemimpin kaum muslimin beserta keumuman mereka. “Wahai sekalian manusia hendaknya kalian menjadi orang-orang yang menegakkan hukum dengan keadilan, sebagai saksi di hadapan Allah. Meskipun kalian bersaksi untuk kepentingan diri kalian sendiri, orang tua, kerabat…”. Kemanakah ayat-ayat dan hadits-hadits ini dari mereka ? kemanakah orang-orang yang suka membela mereka ? dikemanakan dalil-dalil yang jelas ini ? dikemanakan manhaj Salaf ini ? Dikemanakan Manhajnya Para Ulama Besar ? Dikemanakan Manhajnya Ibnu Baz dan Manhajnya Para Ulama yang lain ? Dikemanakan mereka ini ?

–Barakallahu Fiikum-
Aku mengetahui bahwa ini merupakan bentuk penjerumusan mereka untuk terjadinya fitnah, bid’ah, penyesatan dan bahan tertawaan sebagaimana di istilahkan. Janganlah ada salah seorangpun diantara kalian yang mentertawakan saudaranya yang salah, siapapun dia. Seandainya ada seseorang yang salah, entah itu yang salah adalah Ibnu Taimiyyah yang jelas kesalahannya, ataupun Ibnu Baz yang salah maka kita mengkritiknya, demikian itulah Manhaj kita.

Demi Allah Dzat tidak ada Ilah yang Haq selain-Nya, suatu waktu aku menemui As Syaikh Ibnu Baz. As Syaikh Ibnu Baz beliau mengatakan bahwa beliau ingin menasehatinya (Menasehati Syaikh Rabi’). Maka aku pergi menemui beliau, dan aku berkata kepada beliau : “Ada berita sampai kepadaku bahwa engkau hendak menasehati diriku ?”. Beliau berkata : “Benar”. Aku berkata : “ Apakah nasehat darimu?”. Beliau mengatakan : “Seandainya Ibnu Ibrahim keliru, ataukah Ibnu Baz yang keliru maka kritiklah mereka Demi Allah Dzat tidak ada Ilah yang Haq selain-Nya”.

Ibnu Baz dahulu di setiap acara ceramah, pertemuan, kemudian didapatkan disana ada seseorang yang keliru dalam ucapannya langsung beliau meluruskannya. Kejadian seperti ini sudah umum diketahui oleh setiap orang, setiap mahasiswa Perguruan Tinggi yang terdahulu mengetahui bahwa Syaikh Ibnu Baz tidaklah pernah membiarkan ada kesalahan yang terjadi kecuali pasti meluruskannya. Entah kesalahan tersebut ada di surat kabar, berita, ataupun website, atau apapun itu, tidaklah pernah beliau diamkan, pasti beliau akan mengkritik dan meluruskannya.-Barakallahu Fiikum-

Baca juga :  KELOMPOK SURURIYYAH, CIRI-CIRI DAN TOKOH PENDIRINYA

Beliau selalu mendorong Salafiyyin untuk mengkritisi kesalahan, medukung dan memotivasi mereka. Inilah Manhaj Salaf.

Dan Aku Memohon kepada Allah agar mengokohkan kita semua diatas Manhaj Salaf, dan semoga Allah memberikan rizki kepada kita berupa Bashirah didalam agama ini. Sesungguhnya Rabb kita adalah Dzat Yang Maha Mendengar Doa. Wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammad Wa ‘Ala Alihi Wa Sahbihi.

***
Sumber :  http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=114755
Diterjemahkan oleh
Al Ustadz Hamzah Rifai La Firlaz Hafizhahullah

Sumber : http://forumsalafy.net/benarkah-dakwah-salafiyyah-dakwah-yang-keras-dan-ekstrim/